Dari mode Standby (menurut laporan resmi Microsoft) dalam 5 detik XP siap berfungsi. Menurut CHIP, waktu ini masih terlalu lama.Dengan metode-metode berikut ini XP bisadijalankan jauh lebih cepat. Vista menyusul di belakangnya.
XP: Untuk mem-boot XP secepat kilat, sebelumnya ia harus berada dalam modestandby atau hibernate. Dalam mode standby, biasanya CPU, hard disk, dan monitor tidak aktif (setelah beberapa saat PC tidak digunakan). Akan tetapi, suplai listrik utama tetap berjalan. Dalam kondisi hibernate, semua isi RAM disimpan dalam sebuah file dan arus listrik hampir seluruhnya dihentikan. dengan cara ini, Anda bisa menghemat energi, tetapi mengorbankantempat seukuran RAM pada hard disk. Untuk pengguna notebook, sebaiknya memangmemilih hibernate sehingga bila baterai kosong, semua data dari RAM masih ada dalam file Hibernate. Tanpa tuning, sebenarnya waktu 5 detikuntuk menjalankan XP dari mode standby sudah dapat dilakukan. CHIP menggunakan
program Bootvis untuk mendapatkan waktu yang lebih cepat. Biasanya, Boottimer hanya mengenal full shutdown. Oleh karena itu, sebelum menjalankan Bootvis, aktifkan Standby atau Hibernate melalui "Start | Control Panel | Power Options". Selanjutnya, di dalam Bootvis pada menu "Trace", pilih "Next Standby & Resume" atau "Next Hibernate & Resume". HASIL: Dari mode standby, CHIP memperoleh waktu 1,43 detik dan dari hibernate 1,00 detik. Untuk memuaskan rasa penasaran, CHIP mencoba fungsi optimalisasi boot (Optimize System) yang ada dalam program Bootvis. Hasilnya CHIP memperoleh waktu boot 17,98 detik (boot biasa), 1,43 detik( dari standby) dan 0,72 detik (dari hibernate).
VISTA: Untuk Windows Vista Anda perlumengukur metode start alternatif dengan EventViewer. Dalam EventViewer, Andaubah nilai "Event-ID" menjadi "300". Aktifkan mode "Hybrid Energy Saving" dalam "Start | Control Panel | Power Options". CHIP mengukur durasi boot dari mode "Balanced", "Power Saving" dan "High Performance".
HASIL: Vista mencatat waktu 11,209 detik (Balanced), 11,210 detik (Power Saver) dan sesuai perkiraan 9,866 detik (High Performance). Dengan demikian Vista juga mencapai durasi boot 1 digit.
Read More >>
XP: Untuk mem-boot XP secepat kilat, sebelumnya ia harus berada dalam modestandby atau hibernate. Dalam mode standby, biasanya CPU, hard disk, dan monitor tidak aktif (setelah beberapa saat PC tidak digunakan). Akan tetapi, suplai listrik utama tetap berjalan. Dalam kondisi hibernate, semua isi RAM disimpan dalam sebuah file dan arus listrik hampir seluruhnya dihentikan. dengan cara ini, Anda bisa menghemat energi, tetapi mengorbankantempat seukuran RAM pada hard disk. Untuk pengguna notebook, sebaiknya memangmemilih hibernate sehingga bila baterai kosong, semua data dari RAM masih ada dalam file Hibernate. Tanpa tuning, sebenarnya waktu 5 detikuntuk menjalankan XP dari mode standby sudah dapat dilakukan. CHIP menggunakan
program Bootvis untuk mendapatkan waktu yang lebih cepat. Biasanya, Boottimer hanya mengenal full shutdown. Oleh karena itu, sebelum menjalankan Bootvis, aktifkan Standby atau Hibernate melalui "Start | Control Panel | Power Options". Selanjutnya, di dalam Bootvis pada menu "Trace", pilih "Next Standby & Resume" atau "Next Hibernate & Resume". HASIL: Dari mode standby, CHIP memperoleh waktu 1,43 detik dan dari hibernate 1,00 detik. Untuk memuaskan rasa penasaran, CHIP mencoba fungsi optimalisasi boot (Optimize System) yang ada dalam program Bootvis. Hasilnya CHIP memperoleh waktu boot 17,98 detik (boot biasa), 1,43 detik( dari standby) dan 0,72 detik (dari hibernate).
VISTA: Untuk Windows Vista Anda perlumengukur metode start alternatif dengan EventViewer. Dalam EventViewer, Andaubah nilai "Event-ID" menjadi "300". Aktifkan mode "Hybrid Energy Saving" dalam "Start | Control Panel | Power Options". CHIP mengukur durasi boot dari mode "Balanced", "Power Saving" dan "High Performance".
HASIL: Vista mencatat waktu 11,209 detik (Balanced), 11,210 detik (Power Saver) dan sesuai perkiraan 9,866 detik (High Performance). Dengan demikian Vista juga mencapai durasi boot 1 digit.